Terkini
Memuat berita terbaru...

Tingkatkan Kapasitas SDM, KPU Kepulauan Selayar Gelar Pelatihan Public Speaking


Kepulauan Selayar, Benteng – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar Pelatihan Public Speaking secara hybrid dari Ruang Pertemuan Kantor KPU Kabupaten Kepulauan Selayar, Kamis (23/7). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas komunikasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan sekretariat serta siswa praktik kerja industri (prakerin) yang sedang menjalankan praktik di Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Selayar.


Pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara KPU Kabupaten Kepulauan Selayar dan Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin yang ditandatangani pada 18 Mei 2026. Kerja sama ini fokus pada penguatan literasi demokrasi dan literasi digital melalui pengembangan edukasi kepemiluan berbasis konten kreatif di Kabupaten Kepulauan Selayar.


Kegiatan dibuka oleh anggota KPU selaku Kadiv Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Kabupaten Kepulauan Selayar, Muhamad Arsat. Dalam berbagai bentuknya di hadapan pejabat struktural, sekretariat ASN, serta siswa prakerin, ia menegaskan bahwa kemampuan berkomunikasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap penyelenggara pemilu.

Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci dalam memberikan pelayanan publik, melaksanakan sosialisasi, serta menyampaikan informasi kepemiluan secara terbuka, jelas, dan mudah dipahami masyarakat.


“Secara teori semua orang bisa berbicara, tetapi belum tentu bisa berbicara dengan baik dan benar. Berbicara memiliki tujuan, ada input, proses, dan output. Ketika kita mampu menyampaikan pesan dengan baik dan benar, maka orang yang mendengarkan akan lebih mudah memahami apa yang kita sampaikan,” ujar Muhamad Arsat.


Ia juga mengapresiasi keterlibatan siswa prakerin dari SMK Negeri 1 Benteng dalam pelatihan tersebut. Menurutnya, pembekalan sejak dini akan membantu membangun rasa percaya diri sekaligus meningkatkan kemampuan mereka ketika harus tampil di hadapan publik.


Laporan panitia yang disampaikan oleh Nurmala Dewi menjelaskan bahwa Pelatihan diarahkan untuk memperkuat kompetensi komunikasi ASN dalam mendukung pelaksanaan sosialisasi, hubungan masyarakat, pelayanan informasi publik, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.


Pelatihan dipandu oleh Kasubag Parhubmas dan SDM, Andi Ruslam Idrus sebagai moderator dan menghadirkan tiga Narasumber dari Universitas Hasanuddin sebagai narasumber secara berani.


Materi pertama disampaikan oleh Dhia Naufaliah Ilmi, SIkom., MIKom yang membahas pentingnya komunikasi nonverbal, mulai dari gestur, kontak mata, postur tubuh, hingga teknik olah vokal melalui pernapasan diafragma. Suasana pelatihan berlangsung interaktif ketika peserta diajak mengajarkan teknik artikulasi, intonasi, dan pelafalan secara langsung.


Selanjutnya, Cahya Novianti Maulle, S.Sos., MIKom mengulas strategi penyampaian edukasi pemilih yang adaptif melalui pendekatan storytelling. Ia menekankan bahwa pesan-pesan kepemiluan tidak cukup hanya disampaikan dalam bentuk data dan regulasi, tetapi perlu dikemas dengan narasi yang menarik agar lebih mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat.


Sementara itu, Sayid Salim, SIKom., MIKom menutup sesi dare dengan materi mengenai tata kelola visual dalam presentasi dan media digital. Ia membagikan teknik menyusun bahan presentasi yang sederhana namun efektif, serta memberikan panduan membuat konten video edukasi berdurasi singkat yang mampu menarik perhatian audiens sejak detik pertama.


Sebagai sesi penutup, dilanjutkan pelatihan secara luring dengan menghadirkan perwakikan Pers, Andre SP yang membawakan materi praktik public speaking. Pada sesi materi ini di moderatori oleh Andi Nur Amalia. Berbekal pengalaman sebagai praktisi media, penyiar radio, penulis, dan narasumber komunikasi publik, Andre mengajak peserta memahami bahwa kemampuan berbicara di depan umum bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan yang dapat diasah melalui latihan yang konsisten.


Dalam pemaparannya, Andre menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri (self trust) dan pola pikir (mindset) positif sebelum berbicara di hadapan publik. Menurutnya, rasa gugup merupakan hal yang wajar dialami setiap orang, namun dapat dikendalikan melalui latihan, penguasaan materi, teknik pernapasan, pengaturan intonasi, kontak mata, serta bahasa tubuh yang meyakinkan.


Tak hanya menyampaikan teori, Andre juga mengajak peserta melakukan praktik secara langsung. Sejumlah ASN sekretariat maupun siswa prakerin diminta memperkenalkan diri, menyampaikan pendapat, hingga menjawab pertanyaan di forum depan. Melalui pendekatan yang komunikatif dan interaktif, ia memberikan evaluasi terhadap artikulasi, volume suara, postur tubuh, serta teknik mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan umum.


Andre juga mengingatkan bahwa setiap pegawai KPU merupakan representasi lembaga di mata masyarakat. Oleh karena itu, kemampuan menyampaikan informasi kepemiluan secara benar, faktual, dan mudah dipahami menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu. Selain itu, ia memotivasi peserta untuk tidak ragu mengambil kesempatan berbicara di berbagai forum karena pengalaman tersebut akan menjadi bekal yang berharga dalam pengembangan kompetensi maupun karier di masa mendatang.