Terkini
Memuat berita terbaru...

Bawaslu Kepulauan Selayar Edukasi Pemilih Pemula di SMKN 3, Tekankan Integritas dan Tolak Politik Uang


Para siswa diajak menjadi pemilih kritis, bijak menyaring informasi digital, serta berani melawan kecurangan.

KEPULAUAN SELAYAR— Edukasi nilai-nilai demokrasi bagi para pemilih pemula terus digelorakan di Kabupaten Kepulauan Selayar. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar Sosialisasi Pendidikan Demokrasi yang berlangsung di SMKN 3 Kepulauan Selayar, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai kejujuran, keberanian, serta rasa tanggung jawab dalam berdemokrasi sejak dini. Suasana ruang acara tampak hidup ketika para pelajar menyimak materi yang menggarisbawahi pentingnya peran generasi muda dalam mengawal kualitas demokrasi di daerah.

Ketua Bawaslu Selayar, Nurul Badriyah, menegaskan bahwa pelajar merupakan pilar utama menjaga arah bangsa, salah satunya dengan tegas menolak praktik politik uang. Ia mengajak para siswa membangun karakter yang kritis dan bijak, terutama agar tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum tentu benar di tengah derasnya arus informasi.

"Di era media sosial saat ini, tantangan demokrasi bukan hanya bagaimana memilih pemimpin, tetapi juga bagaimana menjadi warga negara yang cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan mudah percaya pada berita yang belum jelas kebenarannya, biasakan melakukan verifikasi, serta jadilah generasi yang mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan," ujar Nurul di hadapan para peserta.

Menurut Nurul, demokrasi yang sehat hanya bisa lahir dari masyarakat yang cerdas, berintegritas, dan peduli pada lingkungannya. Ia mengingatkan bahwa satu suara yang dimiliki para siswa sangat berharga dalam menentukan masa depan bangsa, baik dalam gelaran Pemilu maupun Pilkada mendatang.

"Satu suara sangat menentukan arah dan nasib bangsa ke depan. Karena itu, pemilih harus berani bersikap kritis, termasuk mencari tahu visi dan misi calon sebelum menentukan pilihan," tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh peserta untuk terus mengasah pengetahuan dan mental agar berani berdiri tegak melawan segala bentuk kecurangan. Nurul berharap materi pendidikan pemilih yang disampaikan hari ini tidak berhenti di dalam ruang kelas saja, tetapi bisa diteruskan kepada teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sekitar demi mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pesta demokrasi yang jujur dan adil.